Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari sebagai komando tertinggi Laskar Hizbullah menginstruksikan Laskar Hizbullah dari berbagai penjuru memasuki Surabaya untuk bersiap menghadapi segala kemungkinan dengan satu sikap akhir, menolak menyerah. KH Abbas Buntet Cirebon diperintahkan memimpin langsung komando pertempuran. Para komandan resimen yang turut membantu Kiai Abbas antara lain Kiai Wahab (KH. Abd. Wahab Hasbullah), Bung Tomo (Sutomo), Cak Roeslan (Roeslan Abdulgani), Cak Mansur (KH. Mas Mansur), dan Cak Arnowo (Doel Arnowo).Bung Tomo melalui pidatonya yang disiarkan radio membakar semangat para pejuang dengan pekik takbirnya untuk bersiap syahid di jalan Allah SWT.

Islam

Pernah terjadi dalam satu peperangan, Rasulullah mendapati seorang wanita yang terbunuh. Rasulullah pun marah dan memperingatkan pasukannya agar jangan sampai membunuh wanita dan anak-anak meskipun dalam kondisi perang.

Rasulullah juga berpesan kepada setiap panglima perang yang diutusnya. Ketika melawan orang-orang kafir, terlebih dahulu mereka diberikan tawaran sebelum perang; apakah mau masuk Islam, atau membayar jizyah, atau tetap berperang.

Pesan ini selalu dipegang teguh para panglima perang Islam dari generasi ke generasi. Sehingga musuh mengetahui bahwa Islam datang tak pernah ingin merampas apapun milik mereka.

Ketika perang selesai dan dimenangkan oleh umat Islam, Islam tak pernah memaksa penduduk di negeri itu untuk masuk Islam. Mereka bebas beribadah sesuai keyakinannya masing-masing. Namun justru dengan tolerasi dan kebebasan yang diberikan Islam ini dan setelah menyaksikan kemuliaan akhlak Islam, penduduk Yerusalem berbondong-bondong masuk Islam setelah ditaklukkan oleh Umar bin Khattab dan kemudian ditaklukkan kembali oleh Shalahuddin Al Ayyubi. Penduduk Andalusia berbondong-bondong masuk Islam setelah ditaklukkan Thariq bin Ziyad. Penduduk Konstantinopel berbondong-bondong masuk Islam setelah ditaklukkan oleh Muhammad Al Fatih.

Bahkan yang lebih mencengangkan, Muhammad Al Fatih kemudian mengutus wali songo angkatan pertama ke tanah Jawa. Tanpa peperangan, penduduk Pulau Jawa kemudian berbondong masuk Islam.

Sungguh jika ada pelaku terorisme yang mengatasnamakan Islam, mereka belum memahami inti ajaran Islam. Bahwa Islam selain bermakna menyerahkan diri kepada Allah (aslama), juga bermakna damai (as silmu). Dan Islam senantiasa menyebarkan keselamatan (salam).

 

 

Jika Bapak/Ibu/Saudara berkenan berinfaq dan/atau berwaqaf, dengan hormat disilakan mengirimkan ke:

No. Rek:
2057086906

No. Rek: 2520547251

No. Rek:
1000701001473532

No. Rek:
1000701001192534

No. Rek:
3647005480